Melintasi Masjid Kabupaten Agam Sumatera Barat

Melintasi Masjid Kabupaten Agam Sumatera Barat

Melintasi Masjid Kabupaten Agam Sumatera Barat

Reno masih membeli es lilin kesukaannya saat para pekerja masih sibuk mengerjakan bangunan Masjid di Daerah Kecamatan Pasaleman Cirebon Jawa Barat. Waktu itu pembangunan sekira harus segera selesai karena musim bulan ramadhan akan tiba, karena tinggal mesikan 4 bulan lagi, pengkerjaan Masjid yang dilakukan secara gotong royong itu dikebut, dan hamper warga bahu membahu meski tetap ada kesibukannya masing-masing mereka selalu berjanjian untuk mengerjakannya sehingga hamper setiap hari tidak kurang dari 10 warga ikut membantu membangun Masjid. Sementara pekerja tetapnya adalah 4 orang tukang dan arsitek sekaligus, rencananya pembangunan ini juga akan diperluas guna menampung warga yang akan melaksanakan salat ied nantinya. Sehingga, sudah ada 1 ha tanah warga yang dihibahkan kepada pihak Masjid. Tapi pada saat itu, Reno yang tugas sebenarnya hanya bermain karena usianya belum genap lima tahun itu justru asyik bermain sama teman-temannya sambil menemani ayah mereka bekerja. Kebetulan ada penjual es lilin yang lewat, jadi Reno minta uang dulu ke ayahnya, tapi ayah yang tidak sedang membawa uang minta reno untuk meminta ke ibunya yang waktu itu masih sibuk memasak buat pekerja di Masjid.

Setelah mendapat apa yang dia inginkan, Reno kembali bermain lagi sambil terus mengitari sisa-sisa pembangunan Masjid karena bangunannya masih basah membuat ayah Reno marah karena bisa merusak deain bagungan nantinya. Reno pun diminta pulang, tapi karena membandel Reno tetap bermain sama Azam dan Khoir teman lainnya. Tapi kali ini dia hanya bermain bola di pelataran saja tanpa menginjakkan kaki di Masjid agar tidak mengganggu orang-orang yang sedang sibuk mengejar penyelesaian pembangunan. Masih banyak yangh harus dilakukan para pekerja ini lantaran sudah mulai siang mereka memilih untuk sementara istirahat sejenak sambil menikmati hidangan yang disajikan oleh para ibu yang memang sudah sibuk dari pagi untuk menyiapkan jajanan dan makan siang para pekerja disana.

Siang itu, Reno dengan beraninya mengambil mikropon dan langsung mengumandangkan adzan Dhuhur, sehingga semuanya terkejut dengan sikap reno yang pemberani ini. Tyapi ini membuat Ayahnya merasa bangga dengan anak pertama ini karena sudah bisa adhan dengan lancer tidak rugi ayahnya meminta dia untuk belajar mengaji di TPQ setempat. Reno memang anak yang tekun dalam belajar agama tapi dia juga juaranya di sekolah PAUD, karena di usianya saja dia sudah bisa membaca dan menulis meski masih cukup kurang lancer tapi diwajarkan saja karena tekadnya ini sangat besar untuk belajar. Reno merupakan Pasangan dari ayah Muhammad Rais dan ibu Muryani dari pasangan keluarga yang berkecukupan secara materi dan dia adalah anak pertama dari kedua pasangan ini.